Untuk pertama kalinya sejak Perang
Dingin pemerintah Jerman menganjurkan warga untuk mengumpulkan
persediaan bahan kebutuhan pokok, makanan dan air untuk digunakan dalam
keadaan darurat nasional.
Warga dianjurkan untuk menimbun makanan 9seperti 'sembako' di Indonesia, yang cukup untuk kebutuhan 10 hari, karena suatu bencana bisa mengakibatkan tidak terjangkaunya layanan darurat nasional.
Penyimpanan yang dianjurkan antara lain air untuk lima hari - dua liter per orang setiap hari.
Situs berita Frankfurter Allgemeine (FAZ) mengatakan konsep baru ini dicantumkan dalam dokumen Kementerian Dalam Negeri setebal 69 halaman.
Dokumen itu mengatakan "serangan di wilayah Jerman yang membutuhkan pertahanan konvensional, sangat tipis kemungkinannya," tapi, katanya, ancaman keamanan skala besar bagi Jerman di masa depan tidak dapat dikesampingkan, sehingga langkah-langkah pertahanan sipil, diperlukan.
Warga Jerman pun segera menggunakan media sosial untuk pernyataan ironis di bawah tagar 'Hamsterkaeufe' (kepanikan belanja).
Menteri Dalam Negeri Thomas de Maiziere mengatakan kepada sekelompok anak sekolah bahwa Jerman harus siap untuk bereaksi jika air atau makanan diracun, atau jika pasokan minyak dan gas terganggu.
Kepala parlemen dari sayap kiri Die Linke, Dietmar Bartsch, mengecam langkah itu, dan mengatakan "Anda dapat benar-benar mengganggu ketenangan rakyat dengan proposal seperti seruan menimbun kebutuhan pokok ini."
Tokoh Partai Hijau, Konstantin von Notz, mengatakan, kendati memperbaharui sistem pertahanan sipil merupakan hal yang bagus, namun dia "tidak bisa melihat skenario serangan yang membuat rakyat perlu melakukan penimbunan bahan kebutuhan."

0 comments: