Prancis dan Inggris menyeru kepada
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk memulai distribusi bantuan
kemanusiaan ke daerah-daerah yang terkepung di Suriah melalui udara.
“Walau bantuan melalui udara adalah kompleks, mahal, dan berisiko, kini hal itu menjadi pilihan terakhir untuk meringankan penderitaan manusia di banyak wilayah yang terkepung,” kata Hammond.
Hammond juga menyeru kepada Rusia dan Iran, yang menyokong pemerintah Suriah, untuk menggunakan pengaruh mereka guna memastikan bantuan kemanusiaan melalui udara dapat dilangsungkan secara aman.
Bulan lalu, Kelompok Internasional Pendukung Suriah (ISSG), yang dipimpin Amerika Serikat dan Rusia, menetapkan tenggat pada 1 Juni untuk pendistribusian bantuan kemanusiaan.
Namun, hanya segelintir bantuan yang dikirimkan pada Rabu (01/06). Lagipula, iring-ringan pembawa bantuan ke Kota Darayya, dekat Damaskus, tidak membawa makanan.
Pada April lalu, PBB mengatakan sedikitnya 4.000 orang terkepung oleh pasukan pemerintah Suriah di Darayya. Pengepungan itu telah berlangsung selama empat tahun. Adapun pasokan listrik ke Darayya sudah diputus sejak tiga tahun lalu.
Untuk bisa mengantarkan bantuan berisi vaksin, susu bayi, obat-obatan, dan vitamin ke Darayya, PBB menggunakan iring-iringan.
Koordinator bantuan darurat PBB, Stephen O'Brien, mengatakan pemerintah Suriah telah berkali-kali mengabaikan permintaan agar bantuan bisa masuk ke daerah-daerah yang terkepung.
Bantuan yang akhirnya bisa terkirim pada Rabu (01/06) merupakan yang pertama sejak November 2012 lalu.


0 comments: