Dengan atlet dan penonton yang
kelelahan, upacara penutupan Rio2016 berjalan seperti biasa, sampai
kemudian Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe muncul dari pipa hijau
raksasa mengenakan kostum seperti karakter video game Super Mario, salah
satu produk Jepang yang paling terkenal.
Video Tokyo2020 yang diperlihatkan ke penonton di Rio menunjukkan Mario yang berlari cepat di Tokyo kemudian meloncat masuk ke pipa hijau yang menjadi kekhasannya itu.
Lalu muncullah pipa hijau di Rio dengan sosok seperti Mario berdiri di atasnya.
Perdana Menteri Jepang, yang tak biasanya dikenal soal referensi budaya popnya, muncul berpakaian seperti Super Mario dan mengangkat topinya pada penonton yang riuh, dan menimbulkan keramaian di media sosial.
Ada beberapa yang menunjukkan bahwa Abe jelas-jelas adalah bintang pertunjukan tersebut, melebihi wali kota Tokyo yang baru terpilih, Yuriko Koike, yang hadir mengibarkan bendera Olimpiade dan tampil dengan kimono.
Presentasi Jepang tersebut berakhir dengan Abe memegang bola merah yang bersinar, simbol matahari terbit Jepang.
Super Mario adalah karakter fiksi dalam waralaba permainan video populer yang dibuat oleh Nintendo.
Mario, seorang tukang pipa ledeng Italia yang terkenal akan topi merahnya dan baju terusan biru, muncul dalam banyak permainan video, dan menjadi waralaba video terbesar sepanjang masa.
Mario bukan hanya satu-satunya ikon budaya pop yang hadir. Doraemon, karakter animasi dengan kantung ajaib yang penuh dengan berbagai gadget masa depan, juga muncul di video presentasi tersebut, begitu juga dengan kucing tanpa mulut, Hello Kitty.
Di Jepang, minat terhadap upacara penutupan di Rio juga meningkat, dan orang-orang memberi sambutan positif akan penampilan Perdana Menteri mereka.
Meski begitu, banyak juga yang tak terlalu terkesan, dan satu orang mengatakan bahwa penampilan tersebut "tak ada apa-apanya" dibandingkan saat Ratu Elizabeth memerankan gadis Bond pada upacara pembukaan Olimpiade 2012.
Namun penampilan Abe memberikan pemberitaan positif bagi Olimpiade Tokyo, yang selama ini mendapat kontroversi. Tokyo dituduh memplagiat logo Olimpiade 2020 awal yang mereka buat, yang kemudian diubah, dan desain stadium awal yang dibuat oleh arsitek Zaha Hadid juga dibatalkan karena biaya yang membengkak.

0 comments: