Pelari maraton Ethiopia gelar aksi protes di Rio


Seorang pelari maraton Ethiopia menggelar protes atas pemerintahnya ketika mencapai garis akhir di Olimpiade Rio, Minggu (21/8).

Feyisa Lilesa -yang meraih medali perak- menyilangkan tangan ke atas, gerakan yang dilakukan orang Oromo, yang menurutnya menerima perlakuan brutal polisi.

Lilesa berasal dari Oromia, yang merupakan tempat tinggal sebagian besar warga Oromo yang jumlahnya di Ethiopia mencapai 35 juta jiwa.

Saat berada di podium untuk menerima medali, dia mengulang lagi aksi tersebut dan mengatakan hidupnya berada dalam bahaya jika kembali ke Ethiopia.

"Jika mereka tidak membunuh saya, mereka akan menaruh saya di penjara. Saya belum memutuskan, tapi mungkin saya akan pindah ke negara lain."

"Pemerintah Ethiopia membunuh orang Oromo dan mengambil tanah dan sumber daya mereka sehingga orang Oromo unjuk rasa dan saya mendukung protes itu karena saya orang Oromo," jelasnya.

Kelompok hak asasi manusia mengatakan aparat keamanan Ethiopia menewaskan ratusan orang selama beberapa pekan belakangan dalam operasi penggerebekan para pengunjuk rasa antipemerintah.

Ketika ditanya apakah tidak khawatir dengan sanksi dari Komite Olimpiade Internasional, Lilesa menjawab, "Saya tidak bisa melakukan apapun untuk itu. Itu perasaan saya. Saya punya masalah besar di negara saya, amat berbahaya juga melakukan protes di negara saya."

Piagam Olimpiade melarang pengungkapan pendapat politik maupun protes, dan IOC mengatakan sedang mengumpulkan informasi terkait kasus Lilesa.
Next
Previous
Click here for Comments

0 comments: