Bakal calon presiden Amerika Serikat
dari Partai Republik, Donald Trump, mengatakan akan memperketat
pembelian senjata setelah insiden Orlando.
Pelaku serangan di kelab malam di Orlando yang menewaskan 49 orang, Omar Mateen, sempat masuk dalam orang yang diawasi FBI.
Selama ini Trump merupakan pendukung kuat dalam hak kepemilikan senjata dan bulan lalu pencalonannya mendapat sokongan dari Asosiasi Senapan Amerika Serikat (NRA).
Namun pada Rabu (15/06) dia menulis pesan di Twitter, "Saya akan bertemu dengan NRA, yang mendukung saya, agar tidak membiarkan orang dalam daftar pengawasan teror, atau orang yang tidak boleh terbang, untuk membeli senjata api."
Trump sebenarnya juga menyampaikan pesan yang sama dalam sebuah wawancara TV, November lalu, namun tidak menyinggungnya lagi sampai terjadi insiden penembakan di Orlando, Minggu 12 Juni.
Mateen -warga Amerika Serikat dengan orang tua yang berasal dari Afghanistan- masuk dalam daftar pengawasan teror selama 10 bulan karena komentar yang menghasut namun FBI kemudian menyimpulkan dia bukan ancaman teror.
FBI kini memeriksa istrinya, Noor, setelah laporan-laporan media menyebut dia mengetahui rencana serangan suaminya namun tidak memberitahukan kepada pihak berwenang.

0 comments: