Pihak penyidik Jerman yakin bahwa
perselisihan soal makanan saat Ramadan memicu kebakaran atas tempat
penampungan pencari suaka di Duesseldorf.
Pihak berwenang sudah menangkap dua pria asal Afrika Utara dan menuduhnya melakukan pembakaran.
Terbakarnya aula yang dijadikan tempat penampungan pencari suaka ini diperkirakan menyebabkan kerugian 10 juta euro atau sekitar Rp150 miliar.
Aula yang terletak dekat bandara Duesseldorf menampung 282 pencari suaka, yang berasal dari Suriah, Irak, Afghanistan, dan negara-negara kawasan Afrika Utara.
Protes yang tidak puasa
Laporan-laporan menyebutkan ada karyawan yang sampai diludahi maupun dilempar sepatu.
Tempat penampungan itu terbakar pada hari Selasa (07/06) dan kepulan asapnya terlihat dari seluruh penjuru kota.
Tidak ada korban jiwa maupun yang cedera serius namun sejumlah orang harus mendapat perawatan karena sempat menghirup asap tebal.
Dari delapan orang yang ditangkap, dua pria masih berada di dalam tahanan dan sedang diproses dengan tuduhan membakar aula.

0 comments: