Israel mengatakan telah membekukan
sementara izin bagi 83.000 warga Palestina setelah sekelompok orang
bersenjata membunuh empat orang dalam serangan di Tel Aviv pada Rabu
malam (08/06).
Mereka semula berencana mengunjungi sanak keluarga mereka di Israel, menuaikan salat di Jerusalam, atau bepergian keluar negeri dengan menggunakan bandara di Tel Aviv.
Disebutkan oleh pemerintah Israel bahwa pembekuan izin masuk tidak berlaku bagi warga negara Palestina yang memegang kartu izin kerja.
Sementara Perdana Menteri Benjamin Netanyahu berjanji untuk 'menindak tegas' mereka yang terlibat dalam serangan mematikan di Tel Aviv.
Dua orang bersenjata yang disebut sebagai warga Palestina mengeluarkan tembakan di sebuah kafe yang menewaskan empat orang dan melukai sejumlah orang lainnya.
Media Israel melaporkan pasukan militer Israel mengepung Desa Yatta di Tepi Barat. Para pelaku serangan dikatakan berasal dari desa itu.
Sebagai tanggapannya, kelompok Palestina yang berkuasa di Jalur Gaza, Hamas, menyebut pembunuhan itu sebagai 'aksi heorik'.

0 comments: