Angkatan darat, laut dan udara
Libya, memperoleh kemajuan besar dalam upaya mereka untuk merebut
kembali pusat kota Sirte dari kelompok yang menamakan dirinya Negara
Islam atau ISIS.
Pesawat-pesawat tempur membom posisi ISIS di Sirte sementara angkatan laut menembakkan rudal ke kawasan penting termasuk pelabuhan yang dikuasai militan ISIS, kata para pejabat.
Pertempuran untuk merebut kota itu sudah dilancarkan sejak bulan lalu namun diintensifkan belakangan ini
.
Di bagian barat dan timur Libya, masih terdapat pemerintahan-pemerintahan dan tentara tandingan, dan masing-masing berjuang menghadapi militan ekstremis di wilayah mereka.
Pasukan yang menjadi ujung tombak ofensif militer di Sitra adalah militer pemerintah nasional yang didukung PBB.
'Perang gerilya'
Komandan penjaga pantai untuk Libya tengah, Kolonel Reda Issa mengatakan kepada BBC bahwa orang-orangnya sekarang diposisikan di pantai Sirte untuk mencegah militan yang mencoba melarikan diri.Dia mengatakan mereka menembakkan rudal dari laut menyasar setidaknya empat posisi kunci yang dipegang oleh militan di sana, termasuk pelabuhan.
Seorang juru bicara pasukan darat yang bertempur melawan militan ISIS menggambarkan pertempuran Kamis (9/6) itu sebagai 'perang gerilya.'
Ia mengatakan tentara sudah berada di pinggiran daerah pemukiman di pusat kota, tapi para penembak jitu atau sniper dan ranjau yang ditanam ISIS memperlambat laju mereka.
Sirte adalah kubu terpenting ISIS di luar Irak dan Suriah. Sirte juga merupakan aset paling berharga bagi ISIS di dalam negeri Libya yang kaya minyak.
April lalu, milisi lokal yang berafiliasi dengan al-Qaeda mengusir pasukan ISIS keluar dari basis mereka di kota Derna.
Pertempuran juga dilaporkan berkecamuk di sekitar kota Harawa, 70 km sebelah timur dari Sirte.


0 comments: